Socio Traveling Impian dan Laptop Idaman

22:46 Keluarga JagoAN 0 Comments

Siapa yang sudah pernah dengar istilah Socio Traveling?

Jangan minder ya kalau belum pernah dengar, saya sendiri pun baru aja tau. Karena ternyata apa yang kami lakukan pada musim liburan kemarin, bisa digolongkan kegiatan socio traveling. Saya sendiri juga tidak tahu siapa yang pertama kali memulai menggunakan istilah ini.
Socio traveling diartikan sebagai kegiatan berpergian yang dilakukan sambil berkegiatan sosial, yang membawa manfaat bagi orang lain di destinasi tujuan. Sebagai contoh, ada socio traveler yang pergi ke suatu destinasi untuk sambil mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di destinasi yang ia tuju. Ada pula socio traveler yang membagikan kebutuhan sekolah kepada anak-anak kurang mampu. Para socio traveler ini menikmati destinasi yang mereka tuju dan menunjukkan kepedulian mereka pada isu-isu sosial maupun lingkungan yang muncul di destinasi tersebut. Dan tanpa sadar keluarga kami sudah melakukan kegiatan ini. Satu hal yang membuat liburan kami menjadi berbeda kali ini. Kami memasukkan kegiatan berbagi sebagai bentuk pelajaran rasa syukur kepada anak-anak. Mereka berhasil mengumpulkan uang jajan beberapa minggu terakhir untuk dibelikan sandal wudhu. Sandal wudhu tersebut akan dibagikan pada masjid atau mushola yang kami lalui selama berlibur.

Sandal wudhu yang dibeli dengan uang jajan anak-anak

Saya dan suami tak mengira sebelumnya, ternyata rencana berbagi sendal wudhu ini disambut begitu antusias oleh anak-anak kami. Semua terlibat dan semua ingin punya peran. Rencana ini pun saat mendekati hari H mendapat dukungan dari eyang, nenek, datuk, om dan tante mereka. Semua ikut memberikan sendal wudhu tambahan untuk dibagikan. Semoga menjadi shodaqoh jariah. Dengan kegiatan tambahan ini, liburan keluarga menjadi terasa lebih asyik dan bermakna. Simak yuk, video persiapan keluarga kami menuju Jawa Timur berikut ini :



Pada kesempatan liburan kali ini, kami sekeluarga kembali berpetualang bersama dengan "si Putih", kendaraan keluarga yang setia menemani kami kemana pun pergi. Dua tahun lalu kami berhasil touring mengelilingi Jawa Tengah. Saat itu, lima hari empat malam kami berkeliling menyinggahi satu demi satu masjid-masjid agung yang berada di 14 kota di Jawa Tengah.

Sengaja perjalanan ini kami buat tematis, agar anak-anak dapat tetap belajar dalam liburan mereka. Tema besarnya adalah mengenal masjid agung di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, masjid agung bisa dikatakan sudah menjadi salah satu pusat peradaban sejak di masa lalu khususya di daerah Pulau Jawa. Ini terbukti dari letaknya yang selalu berdekatan dengan alun-alun dan pusat pemerintahan.

Berangkat dari pengalaman dua tahun lalu itu, kami sekeluarga berniat mengulanginya lagi dengan destinasi yang berbeda. Kali ini mengunjungi masjid-masjid agung di Jawa Timur. Berbekal pengalaman yang ada dan antusiasme yang meningkat, saya pribadi merasa liburan kali ini menjadi lebih well prepared.

Rapat persiapan sebelum berangkat
Sebelum berangkat, kami sudah mengadakan family meeting yang membahas segala persiapan yang diperlukan selama petualangan kami di Jawa Timur nanti. Semua berkumpul di depan laptop untuk melihat peta perjalanan bersama-sama. Dengan laptop, kami lebih mudah pula memberikan penjelasan beragam persiapan, ketimbang menggunakan smartphone berlayar kecil yang kurang nyaman digunakan bersama-sama.

Penjelasan kami ini adalah bagian dari proses “create the moment” dimana anak dijadikan subjek dalam pembelajaran, bukan objek. Dengan harapan mereka menjadi lebih paham akan hal yang kami sampaikan. Tips ini yang biasa kami praktekkan sebelum berkunjung ke suatu tempat baru. Tips bermanfaat ini didapat dari sekolahnya anak-anak, Sekolah Alam Nusantara.

Walaupun jagoan-jagoan kami masih terbilang kecil, mereka tetap kami libatkan dalam seluruh rangkaian persiapan. Hal ini merupakan bagian dari menjaga mood mereka, dan juga bagian dari usaha kami sebagai orangtua melatih kemandirian mereka agar mampu menjadi asisten kami selama perjalanan nanti. Karena tanpa kerjasama yang baik dapat dipastikan perjalanan panjang dengan empat orang anak laki-laki yang semuanya berusia dibawah 10 tahun bisa menjadi mimpi buruk buat orangtua. Hahaha
Semua anak terlibat dalam persiapan
Tapi syukurlah mimpi buruk itu tidak terjadi. Petualangan kami ke Jawa Timur berjalan sesuai harapan meski tanpa rencana pasti. Semua mengalir mengikuti keinginan dan kebutuhan saat itu saja. Tanpa beban. Satu-satunya yang kami rencanakan pasti hanya tanggal perjalanan yaitu 1-5 Januari 2019. Kami lebih memilih perjalanan di awal tahun, demi menghindari macet dan keramaian pada destinasi yang dituju jika dilakukan di masa liburan akhir tahun. HARI ke-1 (Selasa, 1 Januari 2019)

Rencananya pada hari pertama kami akan menginap di Madiun, tapi rencana harus berubah mengingat hari sudah terlalu malam jika kami memaksakan terus ke Madiun. Menginaplah kami malam itu di Kabupaten Ngawi.
Kami siap berangkat
Hotel Ngawi Indah di Ngawi
HARI ke-2 (Rabu, 2 Januari 2019)
Alhamdulillah, karena memutuskan menginap di Ngawi, kami pun mendapat kesempatan merasakan jajan makanan khas Jawa Timur dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan bisa dikatakan sangat murah, bila dibanding saat kami jajan di Bekasi/Jakarta. Kami memutuskan sarapan di sebuah warung. Kami memesan 2 porsi nasi pecel, 2 porsi nasi lethok, 4 es teh manis dan kerupuk. Disini kami hanya perlu merogoh kantong 35 ribu rupiah saja. Itupun sudah termasuk 2 porsi garang asem ati ampela yang kami bawa pulang. Enak dan murah itu sesuatu :)


Warung Nasi Lethok Ngawi

Pada hari kedua ini, kami berkunjung ke masjid-masjid agung di Madiun, Nganjuk, dan Jombang. Makan siang di Pecel Madiun yang legendaris dan jajan cemilan sore di alun-alun Jombang yang ramai. Malam kedua ini niatnya kami akan bermalam di Pulau Madura, tapi ternyata ini harus berubah. Inipun diawali dengan rapat yang sangat seru di dalam perjalanan. Diputuskanlah kami bermalam di Sidoarjo.

Masjid Agung Kota Madiun

Alun-alun Madiun


Depot Nasi Pecel 99 Madiun


Masjid Agung Kabupaten Madiun

Masjid Agung Jombang

HARI ke-3 (Kamis, 3 Januari 2019)
Setelah anak-anak sempat menikmati berenang dahulu saat di Sidorajo, di hari ketiga ini akhirnya kami memilih melintas ke arah jalur selatan Jawa Timur. Menuju Malang kota dan kabupaten (kepanjen). Selain ke Masjid Agung Kota Malang, kami sempatkan pula ke salah satu destinasi wisata di kota ini. Kami memilih berkunjung ke KWJ (Kampung Wisata Jodipan), perkampungan warga yang berwarna-warni. Anak-anak sepakat ke tempat ini, karena mereka pernah melihat liputannya di televisi.
Hotel The Sun Sidoarjo
Berenang, aktivitas yang ditunggu-tunggu

Kampung Warna Jodipan Malang

Masjid Agung Kota Malang

Bakso Malang Duro, favorit anak-anak
HARI ke-4 (Kamis, 4 Januari 2019) Setelah bermalam di Kepanjen (Kab. Malang), pada hari keempat ini kami banyak menghabiskan waktu di Blitar. Selain berkunjung ke 2 Masjid Agung Blitar (Kabupaten & Kota), kami berkunjung pula ke makam & museum Bung Karno. Selama di Blitar, kami memutuskan akan menginap di Kediri malam harinya setelah sebelumnya mampir dulu di masjid Agung Kabupeten Tulungagung.
Hotel Mirabell Kepanjen

Makam Bung Karno Blitar

Masjid Agung Kota Blitar
Masjid Agung Tulungagung
HARI ke-5 (Jumat, 5 Januari 2019) Setelah di Kediri inilah kami bersiap menuju arah pulang. Disini kami sempat pula mencicipi beberapa kuliner khas kediri dan kota sekitarnya. Setelah itu, perjalanan pulang pun dimulai.
Lotus Garden Hotel Kediri

Warung Nasi Becek Khas Nganjuk

Membagikan sandal wudhu yang tersisa

Sate Sapi Suruh Salatiga

Alhamdulillah di pagi hari tanggal 6 Januari 2019 kami telah kembali di Bekasi. Setelah melewati perjalanan sejauh 1797 km, dan melakukan aneka aktivitas bersama keluarga selama 115 jam penuh.
Infografis Petualangan Keluarga Jagoan di Jawa Timur

Alhamdulillah semua pulang dengan happy. Socio Traveling yang kami impikan sejak dua tahun lalu pun terwujud. Sedikit pelajaran sejarah, sedikit bimbingan rohani, dan sedikit pengetahuan sosial ekonomi yang sengaja kami selipkan dalam keriangan wisata keluarga ini, kami harap dapat menjadi bukit pengalaman yang tak ternilai bagi anak-anak kami kelak. Semoga ini menjadi tabungan kenangan yang indah bagi mereka.

Saya tak ingin tabungan kenangan mereka ini menguap begitu saja tanpa terdokumentasikan. Meski saya yakin kenangan ini telah tersimpan rapi dalam benak mereka masing-masing, biarlah dokumentasi yang ada menjadi anak kunci yang kelak dapat membantu membukanya dimasa mendatang.

Semula kami hanya mendokumentasikannya melalui sosial media yang saya dan suami miliki. Namun atas saran beberapa sahabat, akhirnya diputuskan untuk menyimpannya pula di blog yang sudah lama menunggu ditengok. Blog saya ini sudah lama macam rumah tak berpenghuni, hingga ujungnya domain erlinkarlina dot com yang sudah saya miliki sejak tahun 2012 pun ikut lepas setahun yang lalu. Huhuhu

Di tengah perencanaan ingin mengisi kembali blog ini, tertantanglah saya di sore hari kemarin (tanggal 16 Januari 2019) oleh postingan facebook Mba Mira Sahid yang sedang mengadakan lomba blog bersama Asus yang berhadiahkan sebuah laptop seharga hampir 27 juta rupiah. OMG, laptop seperti apa ini? Dengan harga segitu bisa beli beras berkarung-karung iya kan. Maklumlah emak-emak :D

Jadilah saya pun fokus pada hadiahnya. Penasaran sekali dengan spesifikasi yang dimiliki laptop ASUS Zenbook UX391UA yang menjadi hadiah utama lomba. Pada akhirnya tangan saya pun mengalir mengikuti link demi link yang menceritakan kecanggihan dan keeleganan laptop yang ditawarkan oleh perusahaan asal Taiwan ini.
Tampak Atas
Tampak Luar
Tampak Dalam
Coba perhatikan deh penampilan fisiknya, wow banget kan. Ada dua pilihan warna yang berkelas, Burgundy Red dan Dive Blue. Dua-duanya menyentuh hati. Apalagi si Zenbook ini tipis, ramping dan jauh dari kata berat. Hanya memiliki berat 1 kg saja, dengan ketebalan cuma 1,29 cm. Saat rapat persiapan liburan kemarin, suami sempat meminta saran apa perlu membawa laptop dalam liburan kali ini. Langsung dengan tegas saya jawab, "ga usah ya bi, sudah kebanyakan barang". Secara laptop yang kami miliki sekarang cukup berat dan memenuhi tas kami saja jika harus ikut dibawa. Padahal dari segi kebermanfaatan saya setuju saja kalau kami membawa laptop.
Tipis dan ramping

Membaca satu per satu spesifikasi Zenbook S UX391UA membuat saya sedikit flashback. Betapa nikmatnya kalau socio traveling kami kemarin ditemani oleh Si Zenbook S ini. Bagaimana tidak, karena setidaknya ada lima spesifikasi Si Keren ini yang bisa memenuhi kebutuhan kami sebagai family traveler.

Pertama, Zenbook S ini memiliki engsel Ergolift, yang dirancang untuk secara otomatis memiringkan keyboard ke posisi mengetik yang paling nyaman. Pas banget kan untuk traveling, karena kami butuh sekali kenyamanan dalam perjalanan ini. Apalagi kalau harus memangku si Zenbook ini, ga usah terlalu khawatir karena kemiringannya sudah dihitung secara cermat untuk posisi mengetik yang nyaman.
Kedua, Dengan kemiringan yang sudah diatur seperti ini otomatis kinerja audio jadi lebih maksimal. Kalau sudah maksimal seperti ini, sepertinya kami sudah tidak perlu lagi membawa speaker qur’annya anak-anak untuk menemani perjalanan. Kami bisa masukkan semua kebutuhan entertainment anak-anak yang sudah menjadi komitmen kami dibolehkan saat liburan dengan waktu terbatas. Mulai dari murottal, lagu anak, film anak sampai games anak berarti siap menemani perjalanan kami.
Ketiga, kalau segala macam dimasukkan berarti nyawa laptop jadi terancam cepat habis dong? Buat Zenbook tidak berlaku sepertinya, daya tahan batere bisa mencapai 13,5 jam. Ditambah ada fitur fast-charging, yang memungkinkan kami mengisi ulang ZenBook S hingga kapasitas 60% dalam waktu 49 menit saja. Yang artinya dari kami keluar hotel pagi hari hingga kembali lagi ke hotel pada malam harinya, laptop ini akan setia menemani tanpa perlu recharged. Kalau pun perlu recharge, tidak pakai lama. Asyik ya.
Keempat, soal bagian dalam laptop ini. Dengan menggunakan prosesor Intel® Core™ terbaru berarti kami akan menikmati kinerja yang halus dan responsif untuk apa pun yang kami lakukan. Ini penting terutama agar browsing sebagai media andalan untuk perencanaan perjalanan kami yang memang direncanakan tidak terencana, tak terkendala hanya karena laptop yang lemot. Kebayang dong, untuk penginapan dan destinasi, setiap harinya kami tidak memiliki perencanaan jauh-jauh hari. Jadi untuk itu dilarang lemot. Kemarin kami terbantu dengan HP, tapi kalau bisa dengan laptop, kami bisa browsing bersama. Hehehe

Kelima, buat saya ini juga tidak kalah penting, ZenBook S memenuhi standar militer MIL-STD 810G yang sangat menuntut untuk keandalan dan daya tahan. Pengujiannya pun sudah mencakup serangkaian ujian pada ketinggian ekstrim, suhu dan kelembaban. Buat keluarga kami dengan 4 orang anak laki-laki yang memiliki energi sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, laptop yang tahan banting itu wajib kudu mesti. Jika tidak, maka yang ada hanya drama kekhawatiran emak-emak yang takut laptop nya ketindih, kedudukan, kebanting, kesiram air atau drama-drama lainnya. Apalagi jika dibawa traveling. Iya kan.

Laptop Idaman

Wah, sepertinya Asus Zenbook S UX391UA ini laptop idaman keluarga kami banget ya. Keluarga kami sudah mendapatkan impian untuk melakukan socio traveling di musim liburan kemarin, semoga suatu hari nanti laptop idaman ini pun bisa kami dapatkan dan menemani kami dalam socio traveling keluarga kami berikutnya. Tolong bantu di-Aamiin-kan ya ^_^ *Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog "Liburan Asyik Dengan Laptop Asus Zenbook UX391UA"





You Might Also Like

0 comments: