8 Alasan Orang Tak Balik Lagi Ke Sebuah Rumah Makan

* Catatan Abi JagoAN.

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadikan ALASAN seseorang menjadi "KAPOK" untuk kembali makan di sebuah Restoran / Warung Makan. Alasan-alasan ini dirangkum dari pengalaman saya pribadi, maupun pengalaman dari beberapa rekan dan saudara.

- Antriannya Panjang.
- Daftar menu tak ada harganya.
- Harganya kemahalan (tak sesuai dengan rasa/pelayanan).
- Lokasi terlalu jauh / kurang strategis.
- Mejanya, tak ada fasilitas lesehan.
- Mejanya, semua lesehan (tak ada meja + kursi).
- Menjual makanan/minuman tak halal.
- Parkirnya susah.
- Pelayanan tak ramah.
- Penyajiannya lama (waktu masak lama).
- Pilihan menunya kurang variasi.
- Pilihan menunya terlalu banyak variasi.
- Rasanya tak enak.
- Ruangan panas (tak ada AC).
- Suasana tempat terlalu ramai (berisik).
- Tak ada fasilitas pembayaran tunai.
- Tak ada fasilitas pembayaran non tunai.
- Tak ada free wifi.
- Tak ada mushola.
- Tak ada playground (tempat mainan anak).
- Tak ada ruangan terpisah untuk yang merokok.
- Tak ada toilet.
- Tempatnya tak bersih.
- Tempatnya terlalu sempit.
- Ukuran per porsinya kedikitan.
- Ukuran per porsinya kebanyakan.
- dll.

"Apa alasan utama seseorang "kapok" untuk datang makan lagi di sebuah rumah makan?"

Ditanyakanlah pertanyaan tersebut ke beberapa orang rekan dan saudara saya. Dari sekian banyak alasan tersebut, manakah hal yang paling menjadi alasan untuk malas ataupun tidak mau datang kembali ke sebuah rumah makan. Setiap orang yang ditanya, menjawab minimal 2 alasan.

Bagaimana hasilnya???
Ternyata… dari "survei sederhana" itu, didapati bahwa RASA yang TIDAK ENAK menjadi alasan utama yang paling banyak dipilih.

Lengkapnya, inilah 8 besar yang menjadi alasan orang-orang menjadi malas atau tak mau balik lagi makan di sebuah rumah makan:

1. RASAnya TIDAK ENAK. [32 suara]
2. PELAYANANnya TIDAK RAMAH. [24 suara]
3. HARGAnya keMAHALan (tidak sebanding dengan rasa/fasilitas). [20 suara]
4. TEMPATnya TIDAK BERSIH. [19 suara]
5. PROSES PEMBUATANnya LAMA (masaknya lama). [16 suara]
6. ANTRIANnya terlalu PANJANG. [12 suara]
7. MENJUAL makanan/minuman TAK HALAL. [11 suara]
8. Tak Ada RUANGAN terpisah untuk yang MEROKOK. [8 suara]
Keterangan:
Pertanyaan "survei sederhana" ini dijawab oleh 40'an orang via sosmed / WA Group pada tanggal 27-28 Februari 2019. Yang menjawab, masing-masing memilih minimal 2 alasan (maksimal 5 alasan). 90% orang yang menjawab, adalah orang-orang yang berusia lebih dari 25 tahun.
Selain 8 besar alasan tersebut, ada beberapa alasan yang dipilih juga. Namun alasan sisanya itu masing-masing tak lebih dari 5 suara. 

Jumlah suara dalam "survey" ini memang belum terlalu kuat untuk dijadikan patokan/acuan.
Namun, 8 besar alasan tersebut patutlah diperhatikan oleh rekan-rekan pemilik/pengelola rumah makan. Sehingga dapat disiasati, agar para pengunjung yang sudah pernah beli di rumah makan anda tidak kapok untuk dating, datang dan datang kembali.

Roti Gempol, Kuliner Pagi Hari di Bandung

Kuliner Kota Bandung memang tidak pernah ada habisnya. Mulai dari kuliner pagi hingga kuliner malam. Kalau bicara kuliner pagi hari di Bandung yang kebayang oleh kami adalah Bubur Ayam H. Oyo. Bubur ayam ini memang cukup legendaris dengan keunikan yang dimilikinya. Tapi ternyata masih ada kuliner pagi hari yang cukup legendaris juga. Roti Gempol namanya. Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1958. Sedangkan nama Gempol diambil dari nama jalan tempat usaha ini berada yaitu di daerah Citarum Kota Bandung, yang kini dikenal sebagai pusat kuliner Gempol. Untuk menuju lokasi kedai Roti Gempol ini tidak sulit,  justru yang sulit adalah mencari lokasi parkir kendaraan. Alhasil kami pun parkir diluar area kuliner Gempol.

Sebagai penyuka roti-rotian Mas Salman yang paling semangat ke kedai Roti Gempol ini. Bayangan kami disana bisa makan roti sambal bercengkrama santai sambil menikmati pagi di Kota Bandung. Kedengaran indah ya, tapi bayangan itu langsung sirna ketika melihat kedai roti yang tak seberapa luas. Pengunjung cukup ramai, dan otomatis antrian pesanan juga cukup panjang. Wah ini mah bikin tambah penasaran, tambah pengen tahu seperti apa rasanya roti yang terkenal enak ini.

Syukur anak-anak mau bersabar untuk menunggu. Hingga akhirnya anak-anak mendapat kesempatan untuk melihat ruang produksi yang terletak bersebelahan dengan kedai. Ruang produksinya cukup sederhana, namun dalam sehari bisa memproduksi hingga 300 buah roti tawar. Roti bakar putih dan roti bakar gandum menjadi andalan kedai roti yang juga menjual aneka roti manis ini.
Roti Gempol menawarkan roti bakar dengan beragam pilihan rasa. Mulai yang manis dengan isian seperti coklat kacang hingga yang gurih dengan isian seperti keju smokebeef. Semua roti yang kami pesan cocok dilidah anak-anak. Secara rasa sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa, isian roti yang melimpah sepertinya yang menjadi penggugah selera.

Semua orderan, disapu bersih dalam sekejap oleh 3 jagoan kami. Tidak sebanding dengan waktu menunggu roti bakar disajikan. Hhehe… sesuatu pokoknya ya. Tidak heran kalau selesai dari Roti Gempol, kami lanjutkan dengan membungkus 2 porsi Bubur Ayam  dan  2 porsi Kupat Tahu Gempol yang terkenal enak juga. Dan disitu kami baru merasa kenyang Wkwkwk

Mau lihat video review Roti Gempol versi Keluarga JagoAN? Ini dia...


Review Restoran Keluarga, Saung Apung Cileungsi

Kami berkunjung ke Saung Apung Cileungsi ini pada pertengahan bulan Januari 2019. Memang sengaja sedang mencari restoran lesehan yang recommended untuk keluarga. 

Setelah kami datangi dan cicipi menu yang tersedia, ini dia review versi kami :

Tempat : 8
Seperti resto bergaya saung-saungaan lainnya, enak banget buat leyeh-leyeh sejenak. Kebetulan saat kami datang, restonya sedang tidak terlalu ramai. 

Makanan : 8
Rasanya enak, penyajian cepat, penampilan menggugah selera. 

Harga : 7
Harganya sesuai dengan yang ditawarkan oleh resto. Jadi nilai untuk harga standar aja.

Fasilitas : 9
mushola cukup besar dan tempat bermain anak banyak. Dua hal ini aja ada sudah cukup memuaskan bagi kami. Ditambah ada kolam ikan besar di beberapa titik buat anak-anak memancing. Sewa alat pancingnya hanya 5.000 rupiah aja. Ada juga beberapa becak mini untuk disewakan. 

Jadi nilai rata-ratanya adalah 8. Hehe.. ga pelit banget ya nilainya. Review receh yah beginilah. Yang jelas semua anggota keluarga jagoan puas mampir kesini. Malah ada yang ogah pulang gegara belum kelar mancingnya. Oh ya, ikan yang didapat saat mancing harus dibayar ya kalau mau dibawa pulang. Waktu itu abi jagoAN yang dapet 2 ikan harus menebus 1000 perak/ikan. Kenapa ga digratisin aja ya kalau ikannya kecil begitu *emakirit 😄😄

Ini dia video review versi keluarga jagoAN :


Bayi Demam Boleh Pakai Kaos Kaki


*Catatan Bunda Jagoan


Memang ada ya yang bilang bayi demam tidak boleh pakai kaos kaki?

Iya memang dari beberapa artikel kesehatan yang pernah saya baca, untuk menurunkan suhu permukaan tubuh kita justru sebaiknya tidak memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Ini bertentangan sekali dengan yang umum diketahui. Seringkali kalau ada yang demam justru diselimuti, salah satu alasannya biar keringatan. Padahal dengan diselimuti justru panas tubuh tidak akan bisa keluar. 

Terkadang anak tampak menggigil bila demam, atau tangan dan kakinya menjadi dingin. Nah, kalau kondisi seperti ini malah boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki. Karena kondisi menggigil ini berarti suhu badan masih akan naik. Akan tetapi setelah menggigilnya hilang atau tangan dan kaki sudah tidak dingin lagi, segera lepaskan semua penutup tadi. Longgarkan semua pakaian dan mulailah mengompres.

Tetiba ingin menulis ini, karena dede Razzan lagi demam sejak 2 hari lalu. Demam pertamanya yang sampai mengharuskan saya memberinya parasetamol. Umur Razzan sudah 8,5 bulan, dan ini obat pertama nya sejak keluar RS pasca kelahiran. Sedikit pembuktian bahwa anak ASI memang kuat secara fisik. 


Razzan sedang dikompres

Balik lagi masalah demam, sebenarnya ada lagi tips lain bagaimana menangani bayi atau anak yang sedang demam. Saya merangkumnya dalam 5 poin berikut ini :
  1. Jika anak demam, usahakan untuk minum sebanyak mungkin. Bisa air putih, susu, jus, teh, kuah sayur, dsb. 
  2. Gunakan pakaian longgar dan jangan berselimut tebal, seperti tulisan saya diawal. 
  3. Kompres anak dengan air hangat atau air suhu ruang, bukan air es. Air es membuat pembuluh darah di permukaan kulit menutup, sehingga panas sulit keluar dari tubuh. Mau beli kompres instan seperti yang dipakai Razzan juga sekarang sudah banyak di minimarket maupun apotik.
  4. Ukur teratur suhu tubuh anak dengan termometer, wajib punya ya, murah koq bisa cek DISINI. Jika sudah lebih dari 38 derajat dan mulai rewel beri parasetamol, kalau sudah diberi obat tidak turun juga, segera ke dokter. 
  5. Sebagai alternatif, bisa sesekali dipijat dan dibalur dengan bawang merah. Sebaiknya dicampur dengan baby oil ketimbang dengan minyak telon, karena mudah membuat iritasi pada kulit. 
Nah sudah jelas ya, yang penting ga boleh panik dan banyak cari info tentang gejala apa saja yang muncul bersamaan dengan demam, karena demam sendiri sejatinya hanya gejala bahwa ada sesuatu yang tidak oke dalam tubuh. Demam adalah bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi atau penyakit lainnya. Jangan lupa juga berdoa semoga si kecil dapat melewatinya. Aamiin.

Petualangan Jawa Timur : Nasi Becek Nganjuk dan Sate Sapi Suruh Salatiga

Hari Kelima Petualangan Jawa Timur

Setelah bermalam di Kediri, pagi harinya kami pun langsung berjalan menuju arah pulang ke Kota Bekasi. Sudah tidak ada masjid agung lagi yang kami kunjungi. Bisa dibilang pada hari terakhir ini kami menikmati perjalanan pulang dengan berkuliner ria saja. 

Saat makan siang tiba, kami berada di Kota Nganjuk. Langsung berburu makanan khas setempat, dan ketemulah Warung Nasi Becek dan Sate Kambing Khas Nganjuk. Namanya ga macem-macem banget ya. Jadi ga ada brand atau nama khusus. Letaknya tidak terlalu jauh dari alun-alun Kota Nganjuk, tepatnya di Jl. DR. Soetomo. 


(Foto)

Penampakan nasi becek ini seperti perpaduan nasi, gule kambing dan sate kambing. Buat yang suka kambing, wajib coba deh. Proses pembuatannnya masih tradisional sekali, karena menggunakan kompor anglo. Dimasaknya di hadapan tamu warung langsung. 

(Foto)

Tempatnya tidak luas, jadi tidak banyak meja yang tersedia. Termasuk masalah parkir, karena letaknya dipinggir jalan, tidak banyak area yang tersedia. Tapi kalau namanya sudah termasuk kuliner legendaris, pastilah tetap dicari. Ya kan?

(Foto)

Selesai makan siang, perjalanan kami lanjutkan kembali. Perjalanan panjang seperti ini dengan membawa anak-anak usia TK dan SD harus kreatif menciptakan suasana yang menyenangkan di perjalanan. Bagi kami bermain games di kendaraan itu adalah hal yang paling asyik. Suka bingung ga mau melakukan apa di kendaraan? Silahkan berkunjung ke channel Youtube Keluarga Jagoan ya, disana sudah kami bagi beberapa inspirasi permainan keluarga yang dapat dimainkan bersama. Jangan lupa di like, comment dan subscribe ya, insyaAllah akan kami bagi terus konten bertemakan keluarga di channel tersebut.  Berikut salah satu contoh video permainan keluarga tersebut : 



Pada malam harinya, saat waktu makan malam tiba, kami sedang berada di Kota Salatiga. Otomatis langsung browsing lagi tempat makan yang recommended.  Sate Sapi Suruh, menjadi pilihan kami. Lagi-lagi ga ada nama atau brand khusus. Karena banyak pedagang yang menjual sate sapi suruh di Salatiga. Yang kami icip tentu adalah sate sapi suruh yang paling banyak review nya dong di google maps hhehe... 

(Foto)

Letaknya di Ruko Mimosa Jl. Jend. Sudirman Kota Salatiga. Memang review netizen hampir ga pernah meleset. Semua jagoan kami kasih jempol ke atas semua untuk satenya. Bumbu kacang nya enak, dagingnya pun empuk baik yang ayam maupun yang sapi. Sipp deh. Selesai makan, perjalanan pun dilanjutkan kembali. 

Berjalan pulang dengan perlahan tapi pasti, Alhamdulillah di esok harinya pada tanggal 6 Januari 2019 kami telah kembali di Kota Bekasi. Setelah melewati perjalanan sejauh 1797 km, dan melakukan aneka aktivitas bersama keluarga selama 115 jam penuh. Semoga perjalanan ini memberikan kesan, pelajaran serta pengalaman yang berharga bagi jagoan-jagoan kami. Aamiin.